Gandekan Kembali Memanas

Solo – Ratusan massa gabungan elemen laskar Islam, Jum’at (04/05) siang kembali mendatangi kawasan Gandekan untuk mencari keberadaan Iwan ’Walet’ yang mereka anggap bertanggung jawab atas insiden ketegangan berujung bentrokan, Kamis (03/05) kemarin.

Aksi itu digelar karena massa laskar Islam tidak percaya dengan informasi yang menyebut bahwa Iwan ’Walet’ cs sudah ditahan pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, massa laskar Islam gabungan dari berbagai daerah di Soloraya dan sekitarnya berkumpul di Masjid Muhajirin, Mojo, Semanggi selepas sholat Jum’at untuk melakukan koordinasi.

Menurut Ketua Komisi Ukhuwah MUI Kota Solo, Ustad Ahmad Dahlan, tim dari MUI yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI Solo, Prof. Dr. dr. Zainal Arifin Adnan, Sp.PD telah berupaya bernegosiasi dan menenangkan massa laskar Islam yang telah berkumpul di Masjid Muhajirin.

“Tadi kami dipimpin langsung oleh Prof. Zainal sudah berupaya bernegosiasi dengan elemen laskar, namun mereka tidak dapat dicegah,” ujarnya saat dijumpai di Masjid Kotta Barat, Solo, Jum’at (04/05) siang.

Dari hasil negosiasi itu, kata Ustad Dahlan, elemen laskar berjanji tidak akan melakukan tindakan fisik, hanya sekedar show a force (unjuk kekuatan, red).

Sementara itu, Wakapolres Solo, AKBP A. Luthfi menyatakan bahwa Walikota Solo, Joko Widodo juga sudah berupaya melakukan negosiasi dengan elemen laskar, namun tidak berhasil.

Luapan emosi massa laskar Islam tidak dapat dicegah. Merekapun tetap menjalankan rencana mereka untuk menyambangi kawasan Gandekan. Beberapa sumber menyebut, ada provokasi yang dilakukan oleh beberapa orang tak dikenal yang kemudian menyulut emosi anggota laskar.

Dua orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden siang tadi. Salah satu korban yang diketahui bernama Ngadiman yang berprofesi sebagai tukang tambal ban di lokasi kejadian terkena sabetan senjata tajam di bagian tangan dan kepala. Sementara korban lainnya, Haris, terkena sabetan di tangannya sehingga jari kelingkingnya putus. Kedua korban dilarikan ke RSUD Dr. Moewardi, Jebres untuk mendapatkan perawatan.

Menjelang waktu ashar, massa laskar Islam mulai membubarkan diri. Pihak aparat keamanan dari Polres Surakarta masih terus berjaga-jaga di lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya bentrok susulan.

Sementara itu, masyarakat Solo tampak tidak begitu terpengaruh dengan peristiwa tersebut. Berdasarkan pengamatan di beberapa kawasan di luar Gandekan, masyarakat beraktivitas seperti biasa. (nsr/kmps-RDS FM)

Keterangan Foto: Polisi berjaga-jaga di lokasi kejadian bentrok di kawasan Gandekan, Kelurahan Jebres, Solo. Foto diambil Kamis (03/05). Source: Solopos.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: