Bentrok Gandekan, MUI Minta Semua Pihak Tidak Terprovokasi

Solo – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo meminta semua pihak, utamanya elemen Islam untuk tidak terprovokasi dan dapat menahan diri terkait ketegangan berujung bentrokan yang melibatkan elemen laskar Islam dengan gerombolan preman di kawasan Gandekan, Kelurahan Jebres, Solo, Kamis (03/05) kemarin.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Ukhuwah MUI Kota Solo, Ustad Ahmad Dahlan, seusai pertemuan dengan Wakapolres Solo, AKBP A. Luthfi di Mapolres Surakarta, Jum’at (04/05) sore. “Kita harapkan semua tidak terprovokasi,” ujarnya.

Ustad Dahlan beserta tim gabungan dari MUI dan FPI Kota Solo meminta kepada aparat kepolisian untuk bersikap adil dan transparan dalam menangani kasus ini.

“Kami (MUI dan elemen Islam, red) akan mengawal proses hukum dalam kasus ini,” ujar salah satu perwakilan MUI Solo, Ustad Ali Utsman, saat pertemuan dengan Wakapolres Solo.

Iwan ‘Walet’ Sudah Ditahan

Selain meminta polisi bersikap proporsional dan adil, kedatangan tim dari MUI dan FPI Solo ini juga untuk memastikan bahwa tersangka pimpinan gerombolan preman yang bentrok dengan laskar Islam, Iwan ‘Walet’ sudah berada dalam penahanan pihak kepolisian.

“Tadi sudah kami lihat, kami pastikan Iwan ‘Walet’ sudah ditahan,” ujar Ketua FPI Solo, Choirul R.S.

Menurut Ustad Ali Utsman, kepastian bahwa Iwan ‘Walet’ sudah ditahan oleh pihak kepolisian sangat penting untuk menenangkan massa laskar Islam. Pihaknya juga meminta kepolisian serta media turut menyebarkan informasi kepada publik bahwa Iwan sudah ditahan.

Menanggapi masukan dari MUI Solo, Wakapolres Solo, AKBP. A. Luthfi mengaku pihaknya sudah berupaya menahan diri dan bertindak proporsional. Ia berjanji bahwa pihaknya akan sesegera mungkin memproses perkara ini hingga ke meja hijau. Wakapolres juga meminta semua pihak untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Sebelumnya, pada Kamis (03/05) kemarin, terjadi bentrok antara kelompok laskar Islam dan kelompok preman yang diduga pimpinan Iwan ’Walet’ di kawasan Gandekan, Kelurahan Jebres, Solo. Bentrok itu diduga merupakan kelanjutan perseteruan dua kelompok tersebut yang telah terjadi beberapa waktu lalu. Laskar Islam yang menyebut dirinya Tim Hisbah itu seringkali melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) seperti miras dan judi. Itulah salah satu hal yang ditengarai memicu kebencian kelompok preman terhadap kelompok laskar.

Akibat bentrok tersebut, satu unit kendaraan bermotor milik anggota laskar dibakar oleh kelompok preman. Dua orang anggota laskar, satu warga dan satu jurnalis televisi lokal Solo menjadi korban bentrok yang terjadi siang dan sore hari kemarin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak aparat keamanan dari Polres Surakarta masih terus berjaga-jaga di lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya bentrok susulan. (nsr-RDS FM )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: