Kalau Mau Mati Sekarang atau Besok Tidak Ada Bedanya (Penundaan Kenaikan BBM)

13330107981958476588

Ilustrasi Tolak kenaikan BBM (koruptorindonesia.com)

Tampaknya Integritas telah tersingkir dari kehidupan bernegara. Kebenaran tidak lagi menjadi pegangan. Dalam menyikapi masalah, termasuk masalah kemiskinan, pemerintahan sekarang cenderung “lari dari tanggung jawab” dengan berbagai dalih. Tidak ada lagi orang-orang dalam pemerintahan bersikap yang niat, pikiran, dan perkataan mereka selaras dengan perbuatan, yakni, berjuang demi rakyat, bangsa dan negara. Integritas yang begitu berkibar di awal berdirinya republik ini, seakan lenyap ditelan keserakahan, kemunafikan, dan tunggang-langgangnya anak manusia dalam memperebutkan kekuasaan, kenikmatan dan kemegahan hidup.Banyak pejabat negara yang memperlihatkan perhatian terhadap rakyat miskin bukan untuk mengurus, melayani dan mengangkat rakyat dari jurang kemiskinan, melainkan hanya untuk pengelolaan kepentingan politik. Tidak ada upaya untuk benar-benar memberantas kemiskinan. Akibatnya, alih-alih kemiskinan berkurang malah bertambah dengan kemiskinan baru.

Dua periode Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin bangsa ini. Terlihat Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu amat loyal terhadap pasar. Melihat kebijakan pemerintah yang sering kali tidak pro rakyat dan lebih mementingkan stabilitas ekonominya, Maka tak salah jika penulis berpendapat bahwa SBY menganut paham neoliberalisme.yang mana dalam Pemerintahan (yang neolib ini) yakin bahwa dengan dinamika dan logika pasar, masyarakat akan mampu bertahan.maka wajar saja pemerintah SBY dengan percaya diri beralibi demi menyelamatkan APBN,demi menyesuaikan harga minyak Indonesia dengan harga minyak dunia yang naik.maka pemerintah mengambil kebijakan menaikkan Harga BBM yang nyatanya malah mencekik leher rakyatnya sendiri. hidup bagi rakyat kecil sekarang ini tidak lagi nyaman. Masyarakat seolah sedang “dipanaskan” oleh harga-harga yang terus merambat naik. Apakah kita menginginkan masyarakat “terebus” oleh harga-harga yang secara perlahan terus menerus meninggi, sampai tidak lagi terbeli dan semua pihak merugi?

Wacana yang dilemparkan pemerintah yang pada akhirnya menjadi reaksi.Kenaikkan BBM yang diusulkan pemerintah beberapa waktu yang lalu menuai protes dari mahasiswa dan diikuti berbagai elemen masyarakat. Aksi demostrasi pun dilakukan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan mengelar turun ke jalan. Aksi fisik para demostran dengan aparat kepolisian pun tidak terhindarkan. Tidak adanya perbaikan struktur pendapatan masyarakat sehingga daya beli masyarakat menjadi baik,menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penolakan kenaikan BBM terjadi hampir di seluruh penjuru negeri ini.Rencana Pemerintah menaikkan harga BBM merupakan pertempuran antara kenyataan realistis dengan perhitungan ekonomi. Secara ekonomis pemerintah menghadapi ancaman dengan kenaikan minyak mentah dunia yang mencapai 111 dolar per barel dan diperkirakan menjadi 121 bahkan bisa mencapai 137 dolar per barel. Kalau secara realistis posisi ekonomi masyarakat sudah sangat terpuruk sehingga mereka tidak ingin ada kenaikan harga BBM.

Setelah melalui rapat pleno yang alot pada Sidang rapat paripurna penentuan kenaikan harga BBM bersubsidi di Gedung MPR/DPR/DPD RI, DPR memutuskaan menolak kenaikan harga BBM per 1 April.Namun dengan adannya penambahan opsi yang tertuang dalam pasal 7 ayat 6 a UU 22/2011 tersebut sama saja dengan penundaan kenaikan BBM,hal itu tidak menyelesaikan persoalan. adanya penundaan kenaikan harga BBM secara esensial tidak berbeda dengan kenaikan langsung karena pada intinya akan naik juga.Memang Untuk sementara waktu kita bisa lega karena Harga BBM tidak jadi naik tanggal 1 April namun Masyarakat akan kembali dihadapkan pada kecemasan dan keresahan karena dengan keputusan itu kenaikan harga BBM ibarat bom waktu yang bisa meledak kapan saja.”Penundaaan ini tidak ada artinya. Ibaratnya, kalau mau mati sekarang atau besok tidak ada bedanya.Jika pemerintah harus menaikkan Harga BBM maka Untuk masyarakat level tertentu, kenaikan harga membuatnya terjatuh ke lubang kemiskinan yang baru menganga.Maka Masyarakat ekonomi menengah,yang mana Level yang amat mudah terpengaruh perubahan harga. Ketika harga melonjak, mereka akan tergelincir ke bawah garis kemiskinan dan masyarakat ekonomi bawah akan semakin melarat hidupnya. Kemiskinan yang masih merupakan masalah besar bagi Indonesia. Salah satu faktor penting kenapa rakyat menolak kebijakan pemerintah tersebut.

Disinilah terlihat dengan percaya dirinya pemerintah merencanakan kenaikan Harga BBM yang mencekik leher rakyatnya dan merasa bangganya DPR menolak kenaikan harga BBM tapi nyatanya mereka malah lebih mencekik leher rakyat dengan adannya penambahan opsi yang tertuang dalam pasal 7 ayat 6 a UU 22/2011 maka kenaikan harga BBM hanya ditunda sementara waktu dan malah dengan opsi ini malah memberi kebebasan yang sebebas-bebasnya kepada pemerintah untuk menaikkan harga BBM suatu saat nanti. Sehingga jika pemerintah senantiasa membuat kebijakan yang malah mencekik rakyat miskin. Maka Rakyat akan semakin apatis terhadap pemerintahan dan juga terhadap proses politik yang berlangsung Di mata rakyat. Bagi mereka, proses politik sedemokratis apapun tidak akan mengubah taraf kehidupan mereka menjadi lebih baik. Setiap elit politik yang terpilih dari proses demokratis tersebut, pada akhirnya hanya akan memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Sementara mereka akan tetap menghadapi beratnya beban kehidupan. Sehingga Bagi mereka, proses demokrasi tak lebih sebagai saat-saat mendapatkan uang, kaos, atau keuntungan materi lainnya.sebab itu sadarlah para elit politik bangsa,buka mata dan hatimu.jangan sampai rakyatmu marah. Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: