Warga Desa Woro Diduga Keracunan Minuman Legen

Kragan-Minuman legen kurang higienis diduga menyebabkan 30 warga Dukuh Bayon desa Woro kecamatan Kragan keracunan. Mereka yang tepatnya berdomisili di RT 2-RW 4 merasa pusing dan mual kemudian muntah-muntah., karena tak ingin kondisinya bertambah buruk, semalam mereka berbondong-bondong periksa ke Puskesmas Kragan II.

Setelah mendapat perawatan, 15 orang diperkenankan pulang karena kondisinya berangsur membaik, namun diperintahkan dokter untuk menjalani obat jalan. Sementara 15 orang lain, 5 diantaranya anak-anak harus menjalani rawat inap karena masih sering muntah.
Warsiman usia 62 tahun, salah satu pasien rawat inap yang juga tetua Dukuh Bayon menceritakan, kemarin sekitar pukul 10 pagi sewaktu pulang untuk istirahat dari menggarap sawah, Ia disediakan minuman legen oleh istrinya, demikian pula dengan para tetangga.
Tetapi sore harinya tiba-tiba merasa pusing, pandangan mata kabur, perut mual dan muntah. Hal itu juga dialami oleh para tetangga yang juga mengkonsumsi minuman legen. Akhirnya beramai-ramai mereka memeriksakan diri ke Puskesmas Kragan II, guna mendapat pengobatan.
Dokter jaga UGD Puskesmas Kragan II, Dr Alisyopi dibantu para perawat segera melakukan gerak cepat menangani puluhan pasien yang datang berbondong-bondong dengan kondisi yang sama. Setelah mengetahui penyebab kemungkinan derita yang dialami semua pasien, diberi pengobatan yang dibutuhkan dan beberapa orang diantaranya kondisinya sudah membaik.
Mnurut Dr Aliyopsi, ke 15 orang pasien yang berangsur pulih diperkenakan pulang, namun diperintahkan berobat jalan. Sedangkan 15 orang lain termasuk 5 anak-anak, harus menjalani rawat inap karena kekurangan cairan dan diperkirakan besok sudah bisa pulang karena hari ini hampir pulih.
Sementara itu penjual minuman legen keliling, Winarsih usia 30 tahun, warga Dukuh Serimbi Desa Woro, sempat diperiksa aparat kepolisian. Namun warga yang keracunan tidak ingin yang bersangkutan diprioses hukum karena beranggapan tidak ada unsur kesengajaan.
Pasalnya Winarsih juga membeli legen dari orang lain dan dijual kembali di desanya. Lagipula wanita bernasib apes tersebut juga sudah lama berdagang minuman legen dan tidak terjadi hal apapun.
Aparat kepolisian Polsek Kragan bekerja sama dengan Puskesmas Kragan II kemudian memutuskan mengirim sampel sisa air legen dan muntahan para pasien ke laboratorium Dinas Kesehatan provinsi untuk diperiksa. Hasil baru diketahui dua atau tiga hari mendatang, sehingga baru bisa dipastikan apa pencetus 30 warga mengalami keracunan. Untuk sementara kejadian yang semalam cukup menghebohkan Desa Woro, diselesaikan secara kekeluargaan. ( heru)
Diposkan oleh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: