Rembang Berpotensi Kembangkan Pakan Ternak Swadaya

Rembang-Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang, Selasa pagi mengadakan pertemuan dengan Ketua Kelompok Tani-Ternak dan perorangan pelaku penggemukan ternak sapi, di aula setempat.  Sebanyak 60 orang peserta dibekali tekhnik pengolahan bahan baku pakan ternak, sehingga tidak perlu membeli dari luar daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang, Suratmin, dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, potensi peternakan cukup menggembirakan dan bahan baku pakan ternak sangat melimpah. Tinggal mendapat pelatihansecara simultan agar semua potensi yang ada dapat dikembangkan secara swadaya untuk mencukupi kebutuhan peternak di wilayah Rembang.
Disebutkan Suratmin, populasi ternak sapi di Rembang sebanyak 152 ribu ekor, kambing 126 ribu ekor, domba 97 ribu ekor dan unggas 93 ribu ekor. Tentunya dalam setahun membutuhkan banyak pakan. Untuk potensi bahan baku pakan ternak di Rembang sangat banyak dan mudah didapat, antara lain luasan lahan padi mencapai 40 ribu hektar, jagung 25 ribu hektar, tebu 7 ribu hektar, kedelai 6 ribu hektar, kacang hijau dan kacang tanah masing-masing 4 ribu hektar. Limbah dari komoditas tersebut dapat diolah sendiri menjadi pakan ternak,
.
Suratmin berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius dan
mengimplementasikan hasilnya secara nyata, terutama untuk mengantisipasi kelangkaan pakan ternak di musim kemarau. Jika selama ini di musim kemarau pemilik ternak harus membeli pakan mencapai biaya Rp 800 ribu hingga 1,5 juta dari luar kota maka dengan terpenuhinya kebutuhan pakan secara swadaya, tentu pengeluaran peternak berkurang signifikan dan hidup lebih sejahtera.
Ditambahkan, Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang sendiri akan
menindaklanjuti kegiatan tersebut berupa upaya mengajukan bantuan peralatan tepat guna yang dibutuhkan kelompok tani-ternak dan perorangan pelaku penggemukan ternak sapi, supaya lebih mudah beroperasional. Seperti halnya disalurkannya modal kerja dan peralatan produksi pakan ternak konsentrat dari Kementrian Pertanian dalam waktu dekat ini untuk Soleh warga Desa Jatisari Kecamatan Sluke, salah satu pemilik usaha pakan ternak yang dinilai layak menerima bantuan.
Sementara itu dua nara sumber dari Fakultas Peternakan UNDIP, Cahya
Setyanto dan Meri Kristianto, dalam paparannya memperkenalkan dua metode tekhnik pengolahan pakan ternak yaitu dengan alat dan tradisional berbasis bahan baku lokal. Mengingat potensi di Rembang sangat melimpah dan mudah didapat serta tingkat kesulitan di lapangan, maka cenderung diarahkan cara mengolah pakan ternak secara tradisional.
Kedua nara sumber memperkenalkan tiga cara pengolahan limbah pertanian yang dapat dikembangkan menjadi pakan ternak, yaitu fermentasi, amoniasisasi dan gabungan antara dua cara tersebut. Dilanjutkan para peserta diajarkan praktek membuat pakan ternak berdasar tiga cara tadi dan dipersilahkan nantinya  menggunakan cara yang dinilai paling mudah.

One Response to Rembang Berpotensi Kembangkan Pakan Ternak Swadaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: