Doa Perbaikan Iman

 

Doa Perbaikan Iman

اَللَّهُمَّ جَدِّدِ الِإيْمَانَ فِي قَلْبِي

“Ya Allah, perbaruilah iman dalam hatiku.”

Doa ini merupakan doa yang mengandung permohonan yang sangat penting bagi manusia. Setiap muslim pasti mencari dan berharap mendapatkanya, yang dimohonkan adalah untuk memperbaiki sekerat daging yang sangat penting dalam jasad manusia, yang Allah SWT akan menimbang dan menilai amal manusia dengan sekerat daging itu.

Maka apabila sekerat daging itu baik maka baiklah semuanya, namun bila rusak, maka rusaklah semuanya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW :

وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, pada setiap tubuh ada segumpal daging yang apabila baik maka baiklah seluruh jasadnya dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah, ia adalah hati.” ( HR. Bukhari dan Musim)

Oleh sebab itu Islam menganjurkan kepada setiap muslim untuk meminta kepada Alloh perbaikan sekerat daging ini, yaitu dengan memasukkan iman yang baru ke dalam hatinya. Hal ini tidak dipintakan kepada selain Alloh, karena hanya Alloh saja lah yang menguasai hati manusia. Rasulullah SAW menjelaskan kepada sahabat yang bertanya apakah hati tidak tetap keadaannya dan bisa berbolak-balik, beliau menjawab :

مَا مِنْ خَلْقِ اللَّهِ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ بَشَرٍ إِلَّا أَنَّ قَلْبَهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَإِنْ شَاءَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَقَامَهُ وَإِنْ شَاءَ اللَّهُ أَزَاغَهُ

“Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari jemari Alloh. Jika Alloh berkekendak maka akan meneguhkan hati manusia atau  memalingkan hatinya.” (HR.Ahmad)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :

إِنَّ الْإِيْمَانَ ليَخْلَقُ فِى جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَوْبَ فَاسْأَلُوْا الله َأَنْ يُجَدّدَ الإِيْمَانَ فِى قُلُوْبِكُمْ

“Sungguh, keimanan yang ada dalam hati kalian akan usang sebagaimana usangnya baju, maka mintalah kepada Allah untuk memperbarui iman dalam hati kalian.” (HR. Thabraniy dan Hakim. Dihasankan oleh imam al Iraqiy)

Sebelum memerintahkan untuk berdoa dengan doa perbaikan iman, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam memberikan perumpamaan yang membumi dan biasa dijumpai kebanyakan orang agar mudah dipahami. Yaitu usangnya baju karena sering dipakai, atau sering di cuci. Maka begitu juga dengan iman. Ia tidak akan tetap keadaannya, bisa naik dan turun. Bahkan bisa usang sebagaimana usangnya baju. Hal ini sebagaimana aqidah ahlus sunnah wal jama’ah yang menyatakan bahwa iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan hamba kepada Alloh SWT dan berkurang dengan ketaatan hamba kepada syaiton.

Iman seorang muslim dapat menjadi usang dengan kemaksiatan yang dilakukan,  sedikitnya amal shaleh yang dikerjakan serta ketiadaan taubat setelah melakukan maksiat. Mu’adz bin Jabal berkata kepada sahabat yang lain ‘ijlis bina nukminu sa’atan’ marilah duduk-duduk sebentar untuk beriman kepada Allah. Hal ini tidak berarti Mu’adz RA tidak memiliki iman, tapi untuk menambah dan memperbarui keimanan kepada Allah SWT dengan berdikir kepadaNYa.

Dengan keburukan dan dosa yang selalu dikerjakan maka usanglah iman dan bertambahlah noda-noda, sehingga hati benar-benar jadi barang usang seperti hitamnya bagian panci yang selalu terkena api. Bila hati sudah hitam kelam, maka ia tidak akan mengenal kebaikan sebagai kebaikan tapi justru kebaikan disangka keburukan dan keburukan disangkanya kebaikan, nas alullah al afiyah wa qolban salimah.

Dalam doa ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam menggunakan fi’il mudhari’ pada kalimat ‘an yujad dida’ yang menunjukkan sifat kontinyu dalam meminta iman yang baru, yang secara tidak langsung permintaan iman yang baru ini juga mengandung permintaan akan amal-amal shalih, keyakinan yang shahih dan dijauhkan dari syubhat dan bid’ah. Sehingga apabila seorang muslim benar aqidahnya, shalih amalnya dan jauh dari perkara syubhat dan syahwat, maka ia akan selalu memperoleh iman yang baru dalam hatinya, dan dengan iman yang baru ini selamatlah hatinya dari kerusakan.

Lafadz doa diatas memang bukanlah lafadz yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam, namun tidak ada salahnya berdoa dengan menggunakan lafadz ini karena inti dari doa ini diperoleh dari perintah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam kepada kita untuk memohon kepada Allah supaya diperbarui iman dalam hati. Dan selama tidak ada lafadz yang khusus dari Rasul shalallahu ‘alaihi wasalam maka kita boleh berdoa dengan lafadz yang semakna dengan perintah Rasul shalallahu ‘alaihi wasalam diatas, kecuali jika ternyata ada lafadz yang bersumber dari Rasul shalallahu ‘alaihi wasalam tentunya itu yang lebih utama dan kita pilih. (Taufik al hakim.Lc)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: