Pengalaman Pengusaha Bordir Sedan

 

konveksiSebelum menjadi pengusaha bordir di desa sidorejo Kecamatan Sedan H. Widodo pada awalnya bekerja sebagai sopir angkutan. Sedangkan istrinya bekerja sebagai buruh potong kain disebuah perusahaan konveksi. Dari situlah awalnya Widodo mempunyai ide untuk membuka usaha bordir yang digeluti sampai sekarang.

Namun menurut Widodo pada awalnya dia tidak terpikir untuk membuka usaha sendiri sampai istrinya di PHK pada tahun 2005 dari perusahaan tempat istrinya bekerja. Karena harus mencukupi kehidupan keluarga, selain itu harus membayar cicilan mobil pick up yang baru dibelinya, Widodo berpikir untuk membuka usaha sendiri.

Kemudian Widodo menjual mobilnya, separo dari hasil penjualan mobil dipergunakan untuk modal usaha istrinya sedangkan sisanya dibelikan kendaraan lagi yang lebih murah. “Saya tetap nyopir karena harus membayar cicilan bank,” ungkap Widodo.

Tahun 2005, Widodo dan istrinya memulai usaha bordir jahit konveksi dengan jumlah karyawan 15 orang pada waktu itu. Nama merk Elfa Collection sendiri diambil dari nama buah hatinya. Seiring dengan tingginya permintaan bordir Widodo mulai kuwalahan menerima pesanan. “Alhamdulillah saya mendapat kemudahan pinjaman untuk membeli peralatan yang lebih canggih untuk memenuhi permintaan pasar,” kata Widodo. Untuk memenuhi permintaan pasar tersebut Widodo membeli mesin yang sudah komputerisasi selain itu dia bekerjasama dengan pengusaha bordir disekitar daerahnya.

 

150 Juta / Hari

“Sampai saat ini dalam satu hari kami mampu memproduksi 10.000 kudung dengan omzet 150 juta/hari,” kata Widodo. Menurut Widodo total nilai investasinya telah mencapai lebih dari 1 Milyar dengan total karyawan mencapai 150 orang berasal dari dalam dan luar Kabupaten Rembang.

Widodo menjelaskan pangsa pasar produknya telah mencapai luar jawa yaitu Batam dan Kalimantan, sedangkan untuk daerah Blora, Purwodadi produknya telah mempunyai pelanggan yang tetap. “Untuk harga dan kualitas kami berani bersaing, kami jual per kudungnya kisaran harga Rp 8.000 – 25.000 per kudung,” kata Widodo.

Ketika ditanya mengenai hambatan dalam usahanya Widodo menjawab sampai dengan saat ini belum ada hambatan yang berarti yang mengganggu usahanya selain itu menurutnya Pemkab Kabupaten Rembang sangat memperhatikan para pengusaha seperti dirinya untuk terus berkembang. Pemkab Rembang telah mengajak dirinya untuk mengikuti berbagai pameran baik itu di dalam Kabupaten Rembang maupun luar Kabupaten Rembang untuk mempromosikan produk-produknya antara lain pameran Tekraf di Jogjakarta, Inacraf di Jakarta, PRPP di Semarang dan Rembang Expo.

Sementara itu Bupati Rembang mengatakan kaitannya dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Rembang pada tahun 2010 ini dirinya telah memerintahkan Deperindagkop dan UMKM untuk fokus mengangkat bordir Sedan setelah tahun 2009 sukses mengangkat batik tulis Lasem sebagai salah satu komoditas Rembang. Menurut Bupati bordir Sedan memiliki kesempatan untuk dikembangkan menjadi salah satu kerajinan dan oleh – oleh khas Kabupaten Rembang.

Sumber: http://rembangkab.go.id/indeks-berita/602-bordir-sedan-elfa-collection

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: