Petani Disarankan Tanam Padi Berumur Pendek



REMBANG – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Rembang menyarankan petani di daerah itu mengembangkan varietas padi berumur pendek pada musim tanam kedua 2012.

Kepala Distanhut Kabupaten Rembang, Suratmin di sela acara panen raya padi jenis inpari 13 di Desa Telgawah, Kecamatan Gunem, Selasa (28/2), mengatakan padi dengan umur genjah (cepat berbuah) bisa membantu petani di tengah tak pastinya curah hujan belakangan ini.

“Sejauh ini, hasil uji coba padi umur pendek di kabupaten ini sangat memuaskan,” kata dia.

Dalam kesempatan panen raya yang dihadiri ratusan petani dan disaksikan Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Kepala BPTP Jateng Tri Sudaryono, Suratmin menyatakan telah mengujicobakan padi umur genjah jenis inpari 13 di Desa Telgawah, Kecamatan Gunem.

“Dengan teknologi dan formulasi pemupukan yang tepat, produksi bisa dipacu hingga 10 ton per hektare dengan usia tanam padi hanya 105 hari,” kata dia.

Sebagai perbandingan, kata dia, usia tanam padi inhibrida (non hibrida) lainnya berlangsung selama 120 hari. Benih padi yang dikembangkan Balai Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) Pusat ini juga terbukti lebih tahan dari serangan hama wereng.

Suratmin juga mengatakan, dari pemantauan yang dilakukannya di lahan padi desa itu, pada rumpun padi jenis ciherang ditemukan delapan hingga sepuluh ekor wereng pada setiap rumpun padi, sedangkan benih padi jenis inpari 10, petugas menemukan populasi wereng sebanyak tiga ekor per rumpun.

“Untuk benih padi inpari 13 belum dilaporkan adanya serangan hama wereng. Dikabarkan BPTP dalam waktu dekat ini juga akan mengeluarkan jenis terbaru yang memiliki banyak keunggulan lain,” kata dia.

Kelompok Tani Manunggal Desa Telgawah yang lahannya dijadikan percontohan melaporkan hasil produksi gabah di lahan seluas satu hektare mencapai Rp31,7 juta.

“Dipotong biaya produksi sekitar Rp8,3 juta, petani mampu meningkatkan keuntungan hingga Rp23,4 juta per hektare,” kata dia.

Suratmin menambahkan, untuk musim tanam kedua, pihaknya telah menyiapkan benih untuk lahan seluas 800 hektare, sedangkan untuk lahan kering non irigasi, BPTP juga mengeluarkan padi jenis inpago 6. (Puji-suararembang.net)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: