Dahsyat !! Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Ganyang Liberalisme

JAKARTA (VoA-Islam) – Bila media sekuluer bersemangat memberitakan Gerakan Indonesia Damai Tanpa FPI, maka hari ini dan seterusnya, Jurnalis Muslim dari berbagai media massa yang tergabung dalam Jurnalis Islam Bersatu (JITU) berkomitmen untuk membendung gerakan Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) dalam Apel Siaga Indonesia Asyik Tanpa Liberalisme di Bunderan HI.

Sebagai catatan, JITU dicetuskan oleh sejumlah insan jurnalis Muslim dari berbagai media massa, termasuk media Islam, meliputi media cetak, elektronik, online, dan radio. Bertepatan pada tanggal 14 Februari, JITU lahir di Jakarta, seusai Aksi Gerakan Indonesia Tanpa FPI yang digelar pada hari Valentine, 14 Februari 2012.

Dalam pernyataan sikapnya, JITU menegaskan, menolak dengan tegas isu Pembubaran FPI (Front Pembela Islam) yang dihembuskan media sekuler dalam setiap pemberitaan di media massa, baik televisi, cetak, online dan radio.

JITU mendukung keberadaan dakwah FPI (Front Pembela Islam) serta seluruh ormas islam selama tidak bertentangan dengan syariat islam.   Menghimbau kepada masyarakat supaya lebih objektif dan bijaksana dalam menilai suatu organisasi dan tidak hanya melihat dari satu sisi saja.

JITU menyerukan kepada masyarakat supaya lebih objektif dan bijaksana dalam menilai dan menerima pemberitaan terutama dari media sekuler. Juga dihimbau kepada seluruh media masa untuk menyampaikan berita secara objektif, adil dan professional.

Selanjutnya, JITU mengajak kepada seluruh media jurnalis muslim dimana pun berada untuk menyampaikan pemberitaan yang sesungguhnya guna menghadang pemberitaan dari media-media sekuler.

Khithah JITU

Tak dipungkiri, setiap kali terjadi peristiwa atau insiden tertentu, umat Islam kerap menjadi objek penderita. Bukan sesekali umat Islam menjadi bulan-bulanan media sekuler dan selalu menjadi korban penyesatan opini. Ketika pemberitaan media sekuler itu begitu dominan dan terus-menerus disajikan secara tak berimbang, maka babak belur lah umat ini, tanpa sebuah pembelaan.

Sementara itu, keberadaan media Islam yang berupaya untuk mengimbangi pemberitaan tendensius media sekuler, dalam dan luar negeri, dirasa belum sepenuhnya maksimal dalam mengcounter opini sesat yang ujung-ujungnya memojokkan umat Islam dengan segala bentuk stigma yang dilekatkan.

Itulah sebabnya, Jurnalis Islam Bersatu (JITU) hadir untuk menyatukan langkah, membangun ukhuwah dan sinergitas sesama jurnalis muslim yang ada di Tanah Air. Melalui forum silaturahim jurnalis Muslim – meliputi media cetak, elektronik, online, dan radio — diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat, baik muslim maupun non muslim. JITU juga diharapkan menjadi jembatan bagi umat yang saat ini berpecah belah.

Untuk mewujukan harapan itu, dibutuhkan profesionalitas insan jurnalis muslim yang berakhlak mulia, amanah, tangguh, viosioner, berwawasan,  dan bertanggungjawab yang berdasarkan pada Al Qur’an dan Sunnah.

Harus diakui, pasang surut media Islam dari masa ke masa, menjadi penyebab lemahnya barisan (shaf) kaum muslimin dalam menghadapi serangan ghazwul fikri yang semakin agresif. Perbedaan yang ada, seyogianya tidak menjadikan sesama jurnalis muslim sebagai rival, melainkan mitra yang saling menguatkan. Kita tidak sadar, bahwa musuh telah menabuh genderang perangnya. Maka, sudah saatnya, jurnalis Islam bersatu padu, mengerahkan kekuatan bersama melawan opini sesat dan tendensius, secara adil dan proporsional.

JITU memiliki asas dan landasan, sesuai Firman Allah Surat Al Hujuraat: 6: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Adapun Visi JITU adalah menjadi wadah pemersatu jurnalis Islam Indonesia. Sedangkan Misi JITU antara lain: Membangun profesionalitas Jurnalis Islam dengan berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah, membela & Mencerdaskan umat Islam dengan menyajikan informasi yang benar,  menjembatani umat dalam merajut nilai-nilai ukhuwah, serta  menghadang Ghazwul Fiqr, menegakan amar ma’aruf nahi munkar. Desastian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: