Laptop/Not Book Produk SMKN TI Umar Fatah Dipasarkan Hingga Suriname

Rembang-Sejak Sekolah Menengah Kejuruan Tekhnologi Informatika (SMK TI) Umar Fatah di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang dipercaya merakit komputer jinjing oleh salah satu produsen barang elektronik, Pihak sekolah juga gencar mempromosikan laptop/net book hasil produksi siswa di sekolah tersebut. Bahkan sudah merambah pasar internasional.

Kepala SMK TI Umar Fatah Nurohman didampingi pimpro cyber class Kholis mengatakan Untuk mempromosikan hasil produksi sekolah berbagai upaya dilakukan yakni mengikuti ajang pameran produksi elektronik di beberapa kota, khususnya pada event pameran hasil industri sekolah menengah kejuruan.

Karena SMK TI Umar Fatah merupakan satu-stunya sekolah menengah kejuruan berbasis tekhnologi informartika di Provinsi Jawa Tengah, maka dalam setiap ajang pameran yang diikuti selalu mendapat apresiasi tinggi dari pengunjung. Pesanan demi pesanan terus mengalir seusai mengikuti event promosi, masih ditambah adanya pesanan yang datang dari para guru dan siswa jurusan kewirausahaan yang masuk dalam tim pemasaran.

Menurut Nurohman, pesanan tak hanya dari lokal Rembang seperti digunakan beberapa karyawan di Dinas Pendidikan setempat, juga di pesan beberapa sekolah dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Bahkan laptop/net book rakitan siswa SMK TI Umar Fatah selama empat bulan terakhir mampu menembus pasar internasional yakni di Suriname-Belanda.

Nurohman menambahkan, dari laporan penjualan hasil pendataan tim pemasaran kurun waktu dua tahun sampai dengan Agustus 2011 tercatat laptop/net book laku sejumlah 250 unit. Sedangkan terhitung Oktober 2011 hingga pertengahan Januari 2012, sudah terjual 100 unit. Kemungkinan besar laptop/net book produksi siswa SMK TI Umar Fatah diterima pasar karena dijual lebih murah dibandingkan barang sama yang dipampangkan di sejumlah toko elektronik, selisih harga mencapai Rp.300 ribu-an, dengan kualitas sama.

Sementara Kholis menyebutkan, ada tiga jenis pembelajaran di SMK TI Umar Fatah yakni kelas biasa, semi cyber class dan full cyber class. Dari 5 ruang kelas 10 sebanyak 3 kelas menerapkan cyber class, sisanya pembelajaran dengan metode biasa, adapun dari 3 ruang kelas 11 sebanyak dua kelas telah full cyber class dan sisanya semi cyber class dengan pengertian satu meja satu laptop.

Ditambahkan, pada saat dibukanya penerimaan peserta didik baru (PPDB), pihak sekolah telah mensosialisasikan adanya tiga metode pembelajaran kepada calon siswa, (heru- )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: