Nikmatnya Melihat

Oleh Windi Nugraha Fadillah

Segala puji dan syukur kita panjatkan hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang bisa sembunyi dari pandangan-Nya, Dia-lah Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita tercinta, Muhammad S.A.W.

Bila kita pergi ke daerah pegunungan yang berada di Bandung Utara (Lembang), kita akan melihat keindahan alam berupa pemandangan indah kota Bandung dan sekitarnya. Kita juga bisa melihat keindahan pegunungan yang hijau ditumbuhi pohon teh yang segar. Juga tidak ketinggalan mata air jernih yang berada di puncak gunung, mengalir ke hilir untuk menghidupkan tanah yang mati disana, dan untuk minum manusia.

Tidak ketinggalan, jika kita juga pergi ke Kawah Putih dan Situ Patengan yang berada di Bandung Selatan, tentu kita akan takjub dan merasa kagum apabila melihat sebuah danau berwarna biru langit dengan pasir putih bekas letusan gunung berapi ratusan tahun yang lalu.

Semua ini tidak akan terjadi jika Allah tidak Menciptakan salah satu indera terpenting dalam tubuh kita, yaitu mata. Sahabat sudah tahu kan fungsi mata adalah untuk melihat? Sebenarnya didalam mata itu ada apa sih? Mengapa dua bola putih bertitik ini mampu menangkap segala gambar yang disorot kepada objek yang dikenainya? Ayo kita bahas, jangan ngantuk oke?

Fungsi mata yang sebenarnya adalah menangkap cahaya yang dipantulkan benda, kemudian dengan syaraf tertentu cahaya itu diteruskan ke otak, kemudian otak secara otomatis membuat proyeksi gambaran objek yang disorot oleh mata, maka terbentuklah sebuah benda yang kita lihat dengan jelas. Apa saja sih yang ada di dalam bola mata itu? Let’s Roll.

Bagian mata diantaranya alis yang fungsinya menahan keringat yang mengucur dari kening sehingga tidak mengenai mata, seperti pada pepohonan yang yang bisa menahan banjir. Lalu ada bulu mata yang fungsinya menyaring cahaya sebelum diterima oleh kornea. Kemudian ada kelopak mata.

Bagian mata yang paling depan adalah kornea, kornea fungsinya untuk menerima cahaya yang dipantulkan oleh benda. Karena kornea berwarna bening, kornea sangat bagus untuk menerima cahaya dengan optimal.

Bagian mata selanjutnya adalah sklera. Sklera adalah bagian dinding mata yang berwarna putih. Sklera bisa berubah warna menjadi merah ketika terkena iritasi, gatal, kemasukan debu, dan ketika bangun tidur.

Setelah dari kornea, cahaya kemudian akan diteruskan ke pupil dan iris. Pupil adalah bagian mata yang fungsinya mengatur jumlah/intensitas cahaya agar cukup untuk diteruskan ke bagian mata selanjutnya. Jika keadaan sedang gelap, maka otomatis pupil akan membesar, hal ini dimaksudkan agar cahaya yang masuk mencukupi untuk penglihatan. Jika keadaan sedang terang atau silau, maka otomatis pupil akan mengecil, mengatur agar tidak banyak cahaya yang masuk ke mata. Iris adalah bagian yang berwarna pada mata, bisa cokelat, biru, atau hijau, tergantung dari garis keturunan. Lebar pupil ini dipengaruhi oleh iris, dengan demikian iris disebut juga sebagai diafragma.

Lalu cahaya akan diteruskan ke lensa. Lensa adalah selaput bening yang bisa berbentuk cembung atau cekung, sesuai dengan jauh dekatnya objek yang dilihat. Fungsi lensa adalah sebagai pengatur fokus cahaya agar selalu tepat mengenai retina. Jika 1mm saja cahaya meleset dari retina, maka mata kita tidak akan berfunsi dengan baik. Sifat lensa juga otomatis.

Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap datangnya cahaya, sehingga cahaya yang datang harus tepat mengenainya.

Setelah ditangkap retina, cahaya akan diteruskan oleh syaraf optik dan mengubahnya menjadi sinyal-sinyal listrik untuk diteruskan ke otak dan diproyeksikan dengan berbagai macam reaksi kimia dan konversi energi rumit yang kita tidak menyadarinya, sehingga terbentuklah objek yang dilihat dengan sempurna.

Subhanallah. Begitu Maha Cerdas Dia. Allah Menciptakan mata tentunya dengan tidak sia-sia, Allah telah merancangnya untuk kemaslahatan manusia sendiri. Allah menempatkan mata pada tempat yang tepat, yaitu didepan kepala, tepat diantara hidung. Jarak kedua bola mata yaitu satu mata, benar-benar simetris kan sahabat?

Jika Allah tidak Menciptakan alis, maka keringat akan mengucur mengenai mata kita, dan kita akan merasa perih karenanya. Jika Allah tidak Menciptakan bulu mata, tentu kita akan merasa kepanasan ketika matahari sedang teriknya. Salah satu saja bagian mata tidak berfungsi dengan baik, tentu kita tidak akan bisa melihat. Bayangkan jika suatu saat Allah Mengambil penglihatan kita, tentu kita tidak bisa melihat hijaunya Gunung Tangkuban Perahu, senyuman orang tua kita, tidak bisa membaca Al Quran, dan masih banyak lagi aktifitas yang tidak bisa kita kerjakan hanya karena kehilangan satu saja nikmat yang diberikan Allah ini.

Hal ini mambuktikan bahwa manusia memang lemah, satu saja Allah Mengambil nikmat-Nya pada diri kita, kita tidak akan bisa berbuat apa-apa. Allah telah memberikan penglihatan kepada kita tentunya agar digunakan sebagaimana mestinya. Gunakanlah penglihatan kita kepada hal yang bermanfaat, seperti membaca Al Quran, melihat keindahan alam dengan memuji Allah dengan segala kebesaran-Nya, melihat orang-orang shaleh dan pada ulama, dan masih banyak lagi hal-hal yang bermanfaat lainnya. Sudah seharusnya kita sebagai makhluk yang meminjam penglihatan ini kepada Allah untuk bersyukur, syukur dengan segala nikmat penglihatan yang menyenangkan hati kita, Alhamdulillah.

Tetapi manusia memang terkadang khilaf, terkadang menggunakan penglihatannya kepada hal-hal yang seharusnya tidak patut untuk dilihat, astaghfirullah. Sahabatku, mari kita menahan pandangan kita supaya tidak terjerumus kepada kemaksiatan. Karena penglihatan diibaratkan sebagai panah iblis yang beracun ketika melihat hal-hal yang tidak seharusnya dilihat, sebisa mungkin kita menahan pandangan kita.

Mari sama-sama kita bersyukur atas penglihatan yang telah Allah berikan kepada kita, ucapkanlah Alhamdulillah, sahabat. Mudah-mudahan Allah tidak mengambil nikmat penglihatan kita yang sangat berharga ini, amin.

“Allaahumma a’innaa ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika”

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl [16] : 78).

Wallahu a’lam.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: